Sebetulnya yang bahaya bukan mp3 player-nya atau headphone/earphone-nya tetapi cara pemakaian mp3 player itu yang berbahaya dan bisa menyebabkan ketulian. Perihal bahaya mp3 player memang semakin meningkat seiring dengan gaya hidup masyarakat modern yang mengedepankan penampilan dan style. Coba layangkan pandangan ke sekitar anda, pasti ada banyak orang dengan telinga tersumbat earphone sedang mendengarkan entah musik atau radio. Hal ini makin marak dengan makin murahnya handphone yang dikhususkan untuk entertaintment/hiburan. Di dalamnya biasanya terdapat fitur mp3 player atau radio. Sepertinya dengan menggunakan earphone sambil berjalan atau nongkrong sembari bersenandung mengikuti alunan musik di telinganya dipandang trendy, gaul, atau modern. Pandangan ini menyimpan potensi bahaya yang mengancam pengguna dan penikmat musik via earphone.
Awas, Earphone Bisa Bikin Tuli
Secara luas telah dilaporkan bahwa bintang rock terkenal, Pete Townshend mempersalahkan hilangnya pendengaran telinganya adalah akibat penggunaan earphone selama bertahun-tahun berpartisipasi dalam konser berkuatan suara besar bersama kelompok band-nya yang terkenal, The Who.
Townshend sebelumnya telah bicara tentang kehilangan pendengarannya, namun ia mengulangi dengan mempersalahkan headphone atau bicara tentang sains dalam situasi itu. Namun telah dipaksa untuk mengubah gaya musik yang dia tulis, seperti halnya perlu mengambil waktu 36 jam beristirahat dari kegaduhan, dia merasa memaksakan memecahkan keheningan.
Townshend menulis di websitenya : "Dini hari, setelah semalaman di studio mencoba memecahkan kesulitan masalah demo lagu, saya bangun dan menyadari kembali - mengingatkan diri saya, dan merasakan kebutuhan untuk mengingatkan dunia - bahwa jenis kerusakan yang saya alami adalah akibat pemakaian earphone di studio rekaman, bukan karena kerasnya musik di panggung.
Pete yang seorang gitaris ini mengatakan : "Kuping saya berdengung dengan keras. Hal ini jarang terjadi setelah live show, kecuali jika The Who bermain di klub kecil. Ini adalah resiko yang ganjil dari sebuah studio rekaman".
Sains dan pengetahuan tentang hal ini
Peringatan tentang potensi kehilangan pendengaran dari konser musik yang gaduh telah bergulir beberapa dekade lalu. Para peneliti dalam tahun 1980-an mulai mengingatkan bahwa Walkman dan alat headphone berbasis musik lainnya juga mengandung resiko yang besar.
Semakin menyebar dan meningkatnya penggunaan headphone dan yang terbaru adalah earphone "sumpalan telinga" telah menunjukkan menyebabkan hilangnya pendengaran, terutama pada orang muda.
Peringatan terbaru dikeluarkan bulan lalu untuk peralatan modern, termasuk iPod dan MP3 player.
Dean Garstecki, ahli audio dari Northwestern University mengatakan di bulan Desember lalu : "Kami melihat jenis kehilangan pendengaran terjadi di usia yang lebih muda di antara kaum dewasa. Hanya sayangnya, earphone "sumpalan telinga" ini lebih disukai oleh penikmat musik padahal lebih menyebabkan kehilangan pendengaran daripada headphone konvensional berwujud sarung kulit yang kini dianggap sebagai perangkat yang sudah ketinggalan jaman.
Garstecki mengatakan earphone model "sumpalan telinga" yang dimasukkan pada saluran pendengaran akan lebih fokus daripada suara sekeliling dan dapat mendorong suara dengan intensitas 6 hingga 9 desibel.
Apa yang merusak?
Kehilangan pendengaran adalah jenis gangguan tanpa rasa sakit dan terjadi secara bertahap dari awalnya. Jadi kita tidak memperhatikan tahapan itu pada awalnya, kecuali mungkin bila ada yang bergetar di telinga yang dikenal sebagai tinnitus.
Yayasan riset pendengaran America (AHRF) melaporkan bahwa "1 dari 10 orang Amerika memiliki kehilangan pendengaran yang mempengaruhi kemampuan untuk memahami pembicaraan secara normal".
Desibel (dB) adalah skala logaritma, seperti bahwa 40 desibel adalah 100 kali lebih kuat dari 20 desibel. Beberapa jenis suara yang umum :
- 20 dB disebut bisik-bisik
- 60 dB disebut percakapan normal
- 100 dB disebut gergaji mesin
- 120 dB disamakan dengan konser musim rock
- 140 dB disamakan dengan mesin jet
- 180 db disamakan dengan petasan
Panjangnya ekspos pada telinga adalah faktor penting dalam kehilangannya pendengaran. Tingkat suara 100 dB secara konstan dapat menyebabkan kerusakan setelah 2 jam, ini berdasarkan AHRF. Anda tidak akan ingin mengalami 140 dB bahkan untuk satu detik saja.
Ada apa di earphone "sumpalan telinga"
Garstecki mengatakan siswa di Wichita State University telah ditemukan mengalami tingkat decibel 110 hingga 120 selama penggunaan normal dari earphone "sumpalan telinga".
Garstecki kuatir bahwa baterai yang lebih baik saat ini membuat penggunaan player musik secara personal menjadi lebih berbahaya, karena orang-orang dapat menggunakan alat itu untuk jangka yang lama. Dia merekomendasikan pengurangan tingkatan suara dan membatasi penggunaan alat earphone jenis ini hanya selama satu jam saja setiap harinya.
Townshend meski bukan seorang ilmuwan, juga kuatir tentang meluasnya penggunaan headphone, karena musik begitu sering di-share di antara komputer dalam kantor dan rumah, dan headphone ditawarkan secara bebas dan personal.
"Jika Anda atau anak Anda menggunakan satu jenis seperti iPod atau apapun yang seperti itu, mungkin boleh-boleh saja. Mungkin hanya earphone studio yang menyebabkan kerusakan yang berat. Saya hanya punya pengalaman panjang dari sisi studio rekaman saja (meski saya mendengarkan musik untuk kesenangan dengan earphone selama bertahun-tahun, lama sebelum walkman diperkenalkan. Namun intuisi saya mengatakan ada masalah yang mengerikan dalam alat itu".
Makin jelas bahwa penggunaan earphone untuk mendengarkan musik dengan tingkat kekerasan yang berlebih dan durasi waktu lama adalah biangkerok penyebab tuli pada para penggunanya. Lalu apakah kita tidak boleh mendengarkan musik lewat mp3 player atau handphone musik? Jawabannya tentu bisa saja, boleh kok, kenapa tidak? Namun memang ada beberapa hal yang haru diperhatikan. Lha kalau tidak boleh nanti produsen mp3 player atau handphone musik tidak laku dong.
Berikut adalah tips-tips mendengarkan musik dengan mp3 player/handphone musik via earphone:
- Jangan mendengarkan musik di keramaian. Makin ramai maka level volume pasti makin akan keras agar suara sekitar lebih rendah dan musik bisa didengar
- Dengarkan musik di tempat yang agak sepi, minimal tidak ramai sekali
- Tiap 3-5 lagu atau sekitar 20-30 menit, lepas earphone dan istirahatkan telinga
- Batasi penggunaan mp3 player via earphone dalam 1 hari. Satu atau dua jam perhari dirasa cukup
- Yang sudah punya mp3 player, beli saja kabel untuk menghubungkan ke active speaker/mini compo
- Tambahkan sendiri tips kamu di sini
via Email
















2 comments:
Serem juga yah...
untung ga suka pake2 earpone dengerin mp3... biasanya pasang Speaker gede2 wkwkwkw
Ooops, tulisan ini jadi ngingetin utk tkd keseringan pakai earphone. padahal lg gandrung ma SE W200i. :(
Post a Comment